Tampilkan postingan dengan label batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Desember 2010

Motif Batik Jombangan

Motif Batik Jombangan ; Tidak semua batik lahir dari Solo dan Yogyakarta. Buktinya, di Kabupaten Jombang juga mempunyai pakaian tradisional tersebut. Bahkan, karena motifnya yang khas, batik yang lahir dari kota santri ini kerap disebut batik Jombangan. Disebut khas, karena motif batik ini hanya ada di wilayah Jombang, Macam Motif Batik jombangan yakni diambil dari relief yang ada di candi Arimbi, Bareng, Jombang. Motif ini juga telah dipatenkan oleh Pemkab Jombang.

Produk batik yang diberi nama Batik Jombangan ini lebih banyak mengandalkan warna-warna alami yang bahan pewarnanya diambil dari bahan sisa (limbah) yang diolah dalam paduan aneka motif khas Jombangan.

Corak Batik Jombangan terinspirasi dari sebuah candi yang ada di kecamatan setempat yakni CANDI ARIMBI, sehingga batik JOMBANGAN mempunyai ciri khas dan motif tersendiri yang tentunya berbeda dengan motif dari batik solo atau batik lainya.

Warnanya pun juga mempunyai ciri khas tersendiri yakni perpaduan dari bahan-bahan limbah atau sisa kemudian diolah sedemikian rupa sehingga menjadi corak dan warna yang terkesan alami dan begitu khas.

Ada juga memakai yang lebih alami dan bahannya pun di ambil dari dari beberapa tumbuh-tumbuhan maupun buah-buahan yang ada di alam. sekitar Salah satunya adalah menggunakan kulit rambutan.

Dalam hal produksi batik Jombangan ini, Motifnya nya pun beraneka macam mulai dari motif Arimbi (satu bentuk relief candi Arimbi satu candi di Kecamatan Bareng), motif rumpun tebu hingga motif suasana desa dan berbagai motif khas Jombangan. Harga yang mereka tawarkan pun cukup bervariatif mulai dari Rp.18 ribu hingga Rp.300 ribu tergantung dari motif dan bahannya kainnya.

Adapun kesejarahan dipakainya salah satu relif arimbi sebagai motif batik Jombangan, bukan berangkat dari ide perajin batik. Tetapi konon karena adanya keinginan elite pemerintahan Jombang untuk memperkenalkan keberadaan Candi Arimbi pada masyarakat luas. Bila demikian adanya, maka ada dua pola mengeksplorasi motif batik. Yaitu eksplorasi yang dilakukan pemerintah (top down) serta hasil kreasi masyarakat (bottom up). Dua pola ini nampaknya masih relevan untuk terus dilakukan.

Kamis, 05 Agustus 2010

Motif Batik Batik Sulawesi Selatan

Motif Batik Batik Sulawesi Selatan : Haida yang baru dua bula mengembangkan usaha di bidang fashion ini mengatakan batik Sulawesi Selatan sangat menarik. Butik Uthie’s adalah salah satu stan yang hadir di antara 87 peserta pameran. Haida mengatakan, ada sekitar 50 lembar busana yang dipajang di stannya. “Target kami ada sekita 30 lembar yang terjual,” ucap Haida.

Motif Batik Batik Sulawesi Selatan ada 3 motif batik yang diperkenalkan, di antaranya motif Toraja, Bugis dan Makassar. Batik Sulawesi Selatan umumnya menggunakan teknik pembuatan yang sama dengan batik Jawa, namun memiliki kekhasan sendiri. “Contohnya batik motif lontara dan kapal Phinisi.

Batik itu merupakan hasil desain dan jahitan sendiri dan bekerja sama dengan pengrajin di Wajo. Selain memajang batik Haida juga menjual sejumlah busana dari bahan sutra. Di antara 87 stan, ada 35 stan yang menjual fashion dan asesoris, 15 stan memasarkan kerajinan, 12 stan menjual khusus batik, sisanya barang interior.

Agen Grosir Batik Lampung Andriand Sebagai sebuah karya Seni

Agen Grosir Batik Lampung Andriand Sebagai sebuah karya Seni ; Sebagai sebuah karya, Batik Lampung juga adalah satu-satunya industri kerajinan dan karya seni saat ini yang telah memperoleh pengakuan nasional dan hak paten (hak atas kekayaan intelektual/HAKI-RI), dengan patents pending HAKI-RI-242526-2005.

Jika Batik Lampung sudah memiliki paten sendiri, lalu bagaimana dengan sembagi yang juga disebut-sebut sebagai batik Lampung? Secara tegas, Andriand mengatakan sembagi bukanlah batik Lampung. Tapi, kain khas coromandel cloths dari India.

Dalam literatur, disebutkan kain sembagi (bukan sebagi) adalah kain khas coromandel cloths, yaitu tekstil yang berasal dari Coromandel Coast, India. Dan, bukan batik Lampung. Tapi, kok sekarang jadi Batik Lampung? Dari mana itu? Suatu pemberdosaan budayakah?" tegas Andriand. Selengkapnya